Recents in Beach

Karang Taruna Bina Bangsa dan Tradisi Belajarnya

 

Belajar merupakan suatu perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Salah satu indikator dari kegiatan belajar ini adalah adanya perubahan yang berdasarkan suatu teori bahwa yang berubah setelah belajar adalah pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan.[1]

Karang Taruna Bina Bangsa Desa Anrang Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba sebagai sebuah wadah berkumpul bagi pemuda Desa Anrang ini memiliki tradisi belajar antara lain.

1.    Selalu menyempatkan diri untuk belajar dalam hal apapun.

2.    Belajar kapan saja dan dimana saja. Ketika ada kesempatan berkumpul kita bisa belajar dengan model apapun.

3.    Jika ada perkumpulan, salah seorang diantaranya diminta menjadi pembicara yang berfungsi sebagai sumber informasi dan pengetahuan diluar pembicara, sementara bagi pembicara bisa lebih lincah dan terbiasa menjadi pembicara.

4.    Karang Taruna Bina Bangsa meyakini bahwa apapun pembahasannya pasti ada informasi dan pengetahuan baru sehingga penting untuk diikuti.

5.    Menjaga tradisi. KTBB selalu berusaha menjaga tradisi, baik yang merupakan warisan dari leluhur maupun tradisi yang baru tercipta saat KT Bina Bangsa terbentuk. Beberapa tradisi yang sudah terbentuk seperti “sistem kandang paksa jadi pembicara, dan pengisi acara hingga mengisi posisi kepanitiaan”



[1] https://unida.ac.id/pembelajaran/artikel/apa-itu-pembelajaran.html

Tradisi belajar dan berlatih menjadi pembicara/narasumber selama ini sering dilaksanakan di TBM Rumah Nalar, taman bacaan masyarakat yang berlokasi di Dusun Batang-batang Desa Anrang, Jalan Poros Parukku Kindang. Meskipun demikian, tradisi ini tidak mengharuskan belajar di TBM Rumah Nalar melainkan dimana saja dan kapan saja ada kesempatan.

Abdul Haris Mubarak (Pengelola TBM Rumah Nalar) mengatakan “Melalui kegiatan belajar dan diskusi yang dibangun oleh Karang Taruna Bina Bangsa tersebut diharapkan tercipta: Sikap Saling Menghargai, Sikap Demokrasi, Pengembangan Daya Berpikir atau penalaran, Pengembangan pengetahuan dan pengalaman, tercipta Proses Kreatifitas dan Analitis, terbentuk Kebebasan Pribadi, terbentuk Kemampuan Berbicara, menambah wawasan dan lain-lain”.

Apa yang baik semoga mampu di pertahankan atau bahkan ditingkatkan menjadi lebih baik lagi. seperti itu cara Pemuda Desa Anrang dalam merawat tradisi. Mulai dari tradisi belajar, beramal hingga do’a dan keagamaan (perihal kebaikan) yang selalu dilakukan bersama


Posting Komentar

2 Komentar

  1. Luar biasa, saya salut dengan jiwa kemanusiaannya dan pola pikir yang luar biasa.. Semangat kedepannya

    BalasHapus
  2. merawat tradisi belajar adalah hal yg penting.
    kt bina bangsa keren

    BalasHapus